Jumat, 27 Juli 2012

Musik Jaman Sekarang Membosankan

Kabar gembira bagi para penikmat musik
yang berusia di atas 35 tahun. Sebuah penelitian terbaru
mengindentifikasi musik modern sebagai: musik yang hanya
semakin nyaring tapi terdengar membosankan. Musik zaman
dulu (jadul) mungkin terdengar lebih enak.

Sebuah tim penelitian yang dipimpin pakar kecerdasan buatan
Joan Serra dari Dewan Riset Nasional Spanyol mempelajari lagu-
lagu pop yang diciptakan selama kurun 1955-2010. Mereka
membedah konten audio dan lirik lagu, lalu mengubahnya
menjadi data yang dapat diolah. Ribuan koleksi lagu diambil dari
arsip besar bernama Million Song Dataset.
Serra dan rekan-rekannya mempelajari musik yang beredar
selama 50 tahun terakhir menggunakan sejumlah algoritma
rumit. Mereka menemukan bahwa lagu-lagu pop secara intrinsik
menjadi lebih nyaring dan hambar dari segi kunci nada, melodi
dan jenis suara yang digunakan.

"Kami menemukan bukti terjadinya homogenisasi progresif
terhadap musik," kata Serra seperti dikutip Reuters, Sabtu, 28
Juli 2012.
Tim penelitian yang dipimpinnya secara khusus memperoleh
sejumlah indikator numerik yang menunjukkan keragaman
transisi antara kombinasi nada. Hasilnya memang cukup
mengejutkan. "Keragaman kunci nada dan melodi secara
konsisten berkurang dalam 50 tahun terakhir," ujar dia.
Mereka juga menemukan warna suara dalam perkembangan
musik modern juga semakin miskin. Padahal nada yang sama
dimainkan pada volume yang sama pada piano dan gitar akan
menghasilkan warna suara yang berbeda.

"Kami menemukan musik modern, seperti pop, memiliki variasi
warna suara yang terbatas," ujar Serra.
Musik modern juga terdengar semakin nyaring. Kenyaringan
intrinsik, Serra mengatakan, adalah besaran volume yang
dimasukkan ke sebuah lagu sewaktu direkam. Setelan volume ini
dapat membuat suatu lagu terdengar lebih keras dari lagu
lainnya bahkan pada pengaturan volume yang sama pada
peranti pengatur suara (amplifier).
Serra mengatakan, pengubahan setelan berpengaruh banyak
terhadap kualitas suatu lagu. Ia mencontohkan, lagu-lagu jadul
yang direkam ulang dengan kenyaringan volume yang
ditingkatkan, progresi kunci nada yang lebih sederhana dan
instrumen musik yang berbeda bisa terdengar baru dan lebih
modis.

Lalu siapa pihak yang bertanggung jawab atas "melorotnya"
kualitas musik modern selama setengah abad terakhir?
Industri musik telah lama dituding sebagai pihak yang sering
mendongkrak setelan volume saat suatu lagu direkam. Tapi
Serra mengatakan ini adalah pertama kalinya dugaan
memburuknya kualitas musik modern ditopang hasil penelitian
ilmiah.

Penelitian Serra dan rekan-rekannya, yang diterbitkan dalam
jurnal Scientific Reports, dapat dijadikan resep berguna bagi
para musikus untuk mencegah keringnya kreatifitas dalam
menciptakan dan mengaransemen musik.


sumber : http://m.tempo.co/2012/07/28/419842/

add to any

Share