Tampilkan postingan dengan label indie resistance. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label indie resistance. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 September 2025

KU TAK TAHU LAGI

 

Ku tak tahu lagi


Harus kemana ku berpijak





Di ujung tebing cinta ini


Perlahan habis terkikis


Deburan ombak kerinduan


Bagai maut yang siap mengantar


Ruh yang hina ini kepada-Nya





Kini


Kurasa nisbi segala mimpi


Melayang ragu kaki menjejak bumi


Dari seorang perempuan kutanya hati


Bagaimana cara menepati janji





Horison di ufuk barat


Menelan surya lembayung jingga


Diatas kerinduan yang tak berbatas


Raga nan fana tinggal menunggu masa





"sampai tiba waktuku ku tak ingin seorang pun tahu tidak juga kau tidak perlu sedu sedan itu..." 


Selasa, 11 Maret 2025

Review Introduction Album Rise From Hell And Still Broke by NIKTIUOSGYORA

Artist profile : 

 Name :NIKTIUOSGYORA

 Occupation : Loose Musician

 About : This album is out of nowhere, I'm just fiddling with my android phone and as I become bored and this AI music app giving me ideas to make my own album. So pardon the lack of special features which is every musician have.


 
Download Whole Album here : 


If you like my work consider to buy me a coffe

Credits : 











Sabtu, 07 Januari 2017

Gergad Promo Tour

Hail! Metalheads!!!

Gergad. Deathmetal band from East Borneo Indonesia had just launched their debut album called 'Pasukan Pemusnah Massal' and now are planning to take a promo tour.

If you're interested you can contact us or CP at the image above, and for all promotors, officials, or event organizers who are interested and looking for a local talent unsigned band you can contact us either.

Hope to see you soon, best regards,
GERGAD TEAM


Sabtu, 10 Desember 2016

GERGAD Pasukan Pemusnah Massal

Setelah sekian lama akhirnya rilis juga album perdana gergad di akhir tahun ini.

Gempuran blasting berpadu harmony groove akan anda temukan di album ini. Band yg dimotori oleh Hendra gergad ini rencananya hanya akan dijual secara ekslusif melalui official band yg dapat anda temukan di facebook fanspage.

Okey, langsung aja meluncur ke TKP di http://facebook.com/Gergad


GERGAD Pasukan Pemusnah Massal

Setelah sekian lama akhirnya rilis juga album perdana gergad di akhir tahun ini.

Gempuran blasting berpadu harmony groove akan anda temukan di album ini. Band yg dimotori oleh Hendra gergad ini rencananya hanya akan dijual secara ekslusif melalui official band yg dapat anda temukan di facebook fanspage.

Okey, langsung aja meluncur ke TKP di http://facebook.com/Gergad


Jumat, 19 April 2013

GERBANG TIMUR "Dendam"

Salah satu band yg cukup disegani di belahan timur kota Salatiga. One of our Salatiga Metalheads Crew Presents : Dendam!

Kamis, 06 September 2012

TENGKORAK : The Legend is Back!


Pada akhir tahun 1993 Ombat, Danang, dan Yoyok membentuk band bernama
TENGKORAK. Dengan karakter music yang dipengaruhi oleh salah satu dari pionir band grindcore asal Inggris yaitu NAPALM DEATH. TENGKORAK awalnya terdiri dari empat orang: M. Hariadi ‘Ombat “Nasution(vokal), Danang Bhudiarto (Bass), Yoyok Radianto (Guitars), Denny Julianto (Drums).

Kemudian, Pada musim gugur 1994 Adam Mustofa bergabung menjadi gitaris di line up ini, TENGKORAK adalah band Grindcore pertama dengan sentuhan kematian brutal yang dirilis mini “Demo Tape” Album di Jakarta. Judul adalah “It’s a Proud to Vomit
Him ” mengandung dari 4 lagu yaitu:
Primitive Jokes, Aggression, The Grave
Torment dan Bencana Moral (sebuah lagu dalam bahasa Indonesia).
Setelah bermain beberapa pertunjukan
dalam mempromosikan rilis pertama, Adam berhenti karena sibuk dengan pekerjaan sehari harinya! Tetapi. band masih menetukan aturan main alias tetap berjalan, walau berjalan hanya dengan satu gitar, kepergian Adam tidak memberikan dampak minus pada musik Tengkorak!



Pada awal tahun 1997, TENGKORAK
mencoba untuk menyebarkan kaset hingga merchandise mereka yang ke seluruh dunia Metal dengan mengirimkan barang-barang mereka ke pedagang kaset, distro, band, majalah, label dan Siapa pun yang terlibat dalam scene Underground dan jaringan yang mereka rintis! Upaya ini membuat hasil yang baik, TENGKORAK telah menjual kaset demo mereka tidak hanya di
Indonesia tetapi juga di negara-negara lain di seluruh dunia. Setidaknya TENGKORAK membuktikan keberadaan band-band metal Indonesia! Hal ini dapat terjadi dengan bantuan besar distro, majalah, band dan semua jaringan pedagang indie label dari negara-negara lain hingga menembus USA, MALAYSIA, JEPANG, PERANCIS, REP CEKO., RUSSIA, LATVIA, SPAYOL, POLANDIA, BELARUSS, KANADA, SINGAPUR, INDIA, THAILAND, BELANDA, MEKSIKO, ITALIA, BRUNEI DARUSALAM dan sebagainya..

Anggota:
# OMBAT - Growl
# YOYOK - Guitar
# SAMIER - Guitar
# BUD’DUCK - Bass
# RONIE - Drums

ATTENTION !!!!

SINCE OUR BROKE UP A COUPLE MONTH AGO, MANY OF OUR FANS HAD SHOCK AND PROTEST TO US. THEY SAID TENGKORAK MUST RETURN TO PERFORM, EXPECIALLY WITH THE israel’s AGGRESSION TO PALESTINE RIGHT NOW WE NEED TO REUNIITE AGAIN TO RESPOND THEM, TO FULFILL OUR DESTINY…
JIHAD FISABILILLAH…

Minggu, 11 Maret 2012

Sisa 'Pembantaian' di Salatiga SlaughterDay


Apa kabar metalheads ?
Masih terasa kaku di leher akibat pembantaian tempo hari?
Ya ?! Hahahahaa..

Sebenernya saya mau review tapi gak tau apa yg musti ditulis.
Mungkin akan jauh lebih baik foto yg bercerita.

Oke, inilah beberapa foto-foto yg berhasil saya abadikan,
maaf kalo hasilnya kurang bagus karena gadget yg saya gunakan
hanya sebuah ponsel SE k660i !

Ss


DSC04796


DSC04797


DSC04798


DSC04799


DSC04800


DSC04801


DSC04802


DSC04803


DSC04804


DSC04805


DSC04806


DSC04807


DSC04808


DSC04809



image hosting jpg



Bagaimana ?
Semoga kedepan akan lebih banyak event-event seperti ini dg gigs yg lebih besar
dan deretan performer yg semakin mumpuni agar Salatiga bisa masuk menjadi salah satu scene metal yg disegani di seantero Nusantara !

Hellyeach Salatiga !
Terima kasih buat panitia dan seluruh Metalheads yg telah meramaikan, memberi kontribusi, dan men-support hingga terwujudnya acara ini...

\m/

Sabtu, 01 Oktober 2011

Konser Rock di Afganistan, Mungkinkah ? Tentu Saja !

download
upload images



Untuk pertama
kalinya sejak pertunjukan
musik Ahmad Zahir tahun 1975
lalu, sebuah festival musik
modern akan digelar di
Ibukota Afganistan, Kabul,
pada pekan depan. Dikutip
dari laman Reuters, festival
yang diberi nama 'Sound
Central' ini diharapkan akan
dihadiri 1.000-2.000 kaum
muda Afganistan.

Dalam festival tersebut, band-
band dari Afganistan akan
membawakan musik beraliran
metal hingga blues-rock.
Selain diikuti band-band lokal,
festival musik ini juga akan
diikuti sejumlah musisi dari
wilayah Asia Tengah, mulai
dari Iran, Uzbekistan, dan
Kazakhstan.
"Tujuan sebenarnya yang
perlu digaris bawahi dari
festival ini adalah untuk
memicu anak muda agar
tertarik dengan musik
modern," ujar pihak
penyelenggara festival musik,
Travis Beard.

Beard adalah pria
berkebangsaan Australia. Ia
datang ke Afganistan sebagai
fotografer berita sekitar lima
tahun lalu. Setelah itu, ia
bergabung dengan sebuah
band di Kabul dan
menemukan kembali
kecintaannya pada musik.
Akhirnya, Bread pun terlibat
langsung dalam mendukung
musisi-musisi Afganistan.
Seperti menyediakan alat-alat
musik ataupun tempat untuk
latihan. Adapun festival musik
'Sound Central' sendiri
terinspirasi oleh komunitas
yang mereka bentuk. Demi
festival musik ini, mereka
mendatangkan amplifiers,
graphic equalizers, drum kits
dan gitar ke Afganistan.

"Saya tinggal di Herat yang
merupakan kota tua dan
orang-oranya sangat
tradisional," kata seorang
wartawan sekaligus vokalis
band blues-rock, Morcha,
Masoud Hasan Zada. "Terlalu
banyak tradisi, termasuk
musik tradisional. Sangat sulit
untuk berbicara tentang musik
modern, terutama blues,"
lanjutnya.

Dikutip dari situs resmi 'Sound
Central', festival musik yang
meliputi lokakarya untuk
musisi, pertunjukan utama dan
pertunjukan tambahan ini
akan digelar pada akhir
September dan awal Oktober.

Namun dengan alasan
keamanan, tanggal pasti
acara-acara tersebut hanya
akan diumumkan kepada
publik di menit-menit akhir
melalui undangan khusus.
Oleh karena itu pihak
penyelenggara menyebut
festival musik ini dengan
festival musik sembunyi-
sembunyi ('stealth' music
festival)

Konser musik di ruang bawah tanah

Menjelang festival musik
'Sound Central', sejumlah
band tampil dalam konser
yang digelar di ruang bawah
tanah sebagai pemanasan.

Adalah band asal Uzbekistan,
Tears of the Sun yang tampil
dengan aliran musik funk.
"Saya ingin mendengar
teriakan Anda," kata vokalis
Tears of the Sun, Sabina
Ablyaskina di hadapan
penonton yang jumlahnya
tidak terlalu banyak.

Di antara penonton tampak
anak muda mengenakan
kacamata ala Kanye West.
Mereka pun menikmati musik
tersebut sambil berdansa. "Ini
pertama kalinya saya
menyaksikan pertunjukan
musik langsung, untuk
pertama kalinya di Kabul kami
memiliki sesuatu seperti ini,"
ujar pemuda Afganistan
berusia 22 tahun, Asil Ahmad.

Konser di ruang bawah tanah
tersebut hanya berlangsung
sekitar 2,5 jam, dari pukul
20.00- 22.30 malam. Berbeda
dengan pertunjukan musik
lainnya, dalam konser itu
tidak diperbolehkan adanya
bar atau minum-minuman
keras dalam rangka
menghormati hukum di
negara Republik Islam
tersebut.

Kamis, 12 Mei 2011

FPI Mendukung Gerakan Underground

Belum lama Media Asing “Al-
Jazeera” memunculkan berita
tentang Dewan Revolusi Islam
(DRI) hingga menghebohkan
seantero nusantara, berita
tersebut meyakinkan bahwa
Front Pembela Islam (FPI)
berada dibalik rencana kudeta
yang matang, parahnya juga
dikait-kaitkan dengan Tragedi
Ahmadiyah belum lama ini
terjadi di berbagai wilayah di
Indonesia yang sangat
menyudutkan FPI.
Namun belum lama berita itu
berselang, senin lalu (21/3)
Media Portal Asing “The
Jakarta Post” kembali memuat
berita palsu tentang
pergerakan FPI ke dunia musik
undergrounddisaat publik
masih panas dengan
kampanye Pembubaran
Ahmadiyah, yang memang
didominasi oleh gerakan
ormas-ormas Islam seperti FPI.
Berita inidinilai sebagai berita
fitnah yang sangat
menyesatkan umat.
Berita yang berjudul “FPI sets
its eyes on underground
music” yang di muat di
halaman HEADLINES cukup
menarik perhatian publik,
dengan menuduh FPI yang
berniat mengadakan
perlawanan terhadap musik
underground yang membuat
munculnya beragam
pernyataan, tudingan,
kecaman, pro dan kontra,
tidak lama setelah berita ini di
publish ke dunia maya.
Melalui berita ini pula banyak
sekali anggota komunitas
underground menjadi salah
paham dan mengambil
kesimpulan bahwa FPI akan
membubarkan komunitas
Underground.
Dituliskan bahwa anggota
senior FPI yang dinilai sebagai
ahli musik Islam, yang
bernama Budi Fahri Farid
menduga adanya gerakan
mengaburkan ajaran Islam
dengan berbagai aliran musik
underground.
Padahal nyatanya, setelah
ditelusuri lebih dalam,
sepanjang Struktur Organisasi
DPP – FPI dari dulu hingga kini
tidak pernah ada yang
bernama Budi Fahri Farid ahli
musik Islam seperti yang
disebutkan. Hal ini menguak
kenyataan bahwa berita yang
diangkat “The Jakarta Post”
adalah fiktif dan menyudutkan
dengan menuliskan bahwa FPI
akan mengincar pembubaran
dunia musik underground.
DPP – FPI memang
mengadakan seminar
mengenai realita perang
pemikiran di komunitas musik
underground, seminar ini
berlangsung saat pengajian
rutin rabu malam (16/3), di
Majlis Ta’lim Silaturahmi Al-
Jabhah yang bertempat di
Masjid Al-Ishlah Jl.
Petamburan Raya 3 Tanah
Abang, Jakarta Pusat.
Namun seminar ini bukan
bermaksud untuk mengajak
umat untuk memberikan
perlawanan terhadap musik
underground, seperti yang
dituliskan “The Jakarta Post”.
Justru sebaliknya, yang
disampaikan dalam seminar
ini adalah sejumlah paparan
informasi bahwa musik
underground saat ini sebagian
didominasi oleh intrik Zionis
namun hal ini juga menjadi
pemicu beberapa komunitas
musik underground untuk
bangkit dan berbalik melawan
konspirasi Zionis lewat musik
underground.
Dalam seminar ini
menghadirkan pembicara dari
Komunitas GHURABBA
MILITANT TAWHEED, sebuah
komunitas musik underground
yang menjadikan musik
sebagai sarana dan alat
dakwah untuk menyampaikan
Islam ke para penggemar
musik cadas di komunitas
tersebut, yang dipelopori oleh
band Rock indie label The
Roots Of Madinah. Pembicara
tersebut adalah Thufail Al-
Ghifari salah satu rapper yang
cukup dikenal di komunitas
underground dan hiphop local
sekaligus vokalis dari band
The Roots Of Madinah.
Thufail Al-Ghifari mengupas
tuntas mengenai musik
underground yang pada
awalnya lahirnya bertujuan
sebagai kontra kultur dalam
industri musik mainstream
yang telah banyak
berkembang, namun saat ini
aliran musik ini justru
ditunggangi oleh Zionis
dengan menjauhkan pemuda-
pemuda dari sendi kehidupan
agamanya melalui
pengidolaan figur-figur yang
kontra islam, dan syair syair
lagu yang mendoktrin
pemahaman kontra islam.
“Para musisi ini kebanyakan
menjalankan misi Zionis tanpa
mereka sadari. Kita tidak bisa
mengatakan bahwa anak
underground itu sesat, atau
anak underground itu agen
zionis karena konspirasinya
tidak terletak pada subjek tapi
adapada lirik yang
disampaikan oleh musik –
musik yang kebanyakan
membawa ideologi dan pesan
terselubung yang akhirnya
menjadi gaya hidup dan
perlawanan terhadap apa
yang sering kami sebut
kemapanan,” ujar Thufail.
Thufail juga menduga
beberapa dari kutipan lirik
yang ada di dalam musik-
musik underground saat ini,
antitesis dunia tanpa agama,
tanpa negara dan tanpa
ideologi yang murni
merupakan pesan Zionis. Dan
aspek lainnya yang mencoba
menggiring para pemuda
Muslim untuk menjauh dari
agama mereka melalui musik.
Sama halnya dengan
Muhammad Hariadi Nasution
yang juga dikenal dengan
panggilan “Ombat” vokalis
dari band kawakan
TENGKORAK, juga mengutip
pernyataan seorang peneliti
yahudi bernama Jeremiah
Walah, yang memang sangat
concern melakukan penelitian
terhadap watak dan psikologi
masyarakat Indonesia.
Jeremiah Walah justru
mengatakan secara terbuka
kepada Ombat bahwa untuk
menghancurkan Indonesia
tidak perlu menggunakan
senjata, hancurkan saja para
generasi mudanya. Melalui
musik metal dan film porno.
“Kalau kita menemukan anak
metal lebih tersinggung ketika
aliran metalnya dihina
daripada agamanya, nah
itulah bukti bahwa disini ada
agenda zionis” kutipan
pernyataan Ombat dari
investigasi FPI di belakang
panggung acara konser musik
Approach Deen Avoid Sin di
Bulungan pada tahun 2010.
Sejauh ini gerakan komunitas
musik underground seperti
GHURABBA MILITANT
TAWHEED juga tidak sendirian,
sebelumnya telah muncul pula
beberapa komunitas lainnya,
seperti Berandalan Puritan,
Salam Satu Jari (One Finger
Underground Movement) yang
digawangi Band Senior
TENGKORAK yang beraliran
musik Grindcore Metal, ada
juga PUNK MUSLIM yang
digawangi Almarhum Budi
Choiruni alias Buce yang
berkonsentrasi pada anak-
anak punk di sekitaran Blok M
dan Senayan, dan gerakan
lainnya yang mulai
bermunculan satu persatu
sebagai perlawanan kultur
Zionis dalam musik
underground.
Komunitas Salam Satu Jari
Bahkan lebih frontal
mengubah salam metal yang
identik dengan tiga jari
menjadi salam tawheed satu
jari yang bermakna satu jari
lebih kepada ketauhidan. ”Inti
dari Salam satu jari ini adalah
untuk mengingatkan kita
kepada simbol Tawheed”
begitu penjelasan Madmor
vokalis band Purgatory yang
kami dapat disela sela
dokumentasi wawancara
mereka disebuah acara
konser musik Java Rock In
Land di Indonesia.
Menurut Thufail hanya dengan
cara inilah mereka bisa
menyadarkan kaum muda
yang berkecimpung dalam
dunia underground dari segala
pengaruh buruk. Bila suara
pemuka agama tidak lagi
didengar, sudah saatnya
mereka sendiri yang harus
bergerak. ”Sebenarnya wadah
underground ini hanya bagian
dari strategi perang ideologi
melalui musik menjadi wadah
untuk melawan sekaligus
membangun pertahanan
kultur untuk menandingi
perang budaya yang ingin
menggeser generasi islam dari
nilainilai Islam itu sendiri,”
tambahnya lagi.
Dalam kesempatan lain,
perwakilan dari FPI Ustadz
Tarmidzi, juga sudah
menerima silahturahim dari
perwakilan band – band senior
dari komunitas Underground.
Seperti Fahmi yang
merupakan salah satu
personel dari band Mortus.
Menurut pengakuan Fahmi
sendiri, kehadiran dia juga
mewakili komunitas studio
Bendera Kuning yang didirikan
oleh salah satu personel band
Underground senior Betrayer.
Fahmi sudah mendapatkan
penjelasan langsung bahwa
tidak ada rencana
pembubaran Underground
dari FPI.
Ustadz Tarmidzi menjelaskan
bahwa semua itu hanyalah
berita palsu dan tidak
memiliki dasar yang kuat,
mulai dari nama Budi Fahri
Farid hingga Isu pembubaran
dunia musik Underground
adalah bohong.
“FPI tidak memerangi
underground, yang FPI perangi
adalah kemaksiatan. Dimana
ada pornografi, alkoholik, dan
ide ide liberalisme lainnya,
maka FPI akan konsisten
melakukan perlawanan
minimal mensupport siapa
saja yang melakukan
perlawanan terhadap hal hal
seperti itu, jadi isu FPI akan
membubarkan Underground
adalah berita bohong”
ujarnya.
“Jika anda muslim maka anda
tidak perlu takut terhadap
gerakan dakwah ini” begitulah
pernyataan Fahmi dari band
Mortus diakhir dari
silahturahim beliau yang
disambut hangat oleh
perwakilan FPI dan juga
komunitas underground
muslim.
Begitu juga halnya dengan
Wasis Ws, Aktivis dakwah
jalanan yang juga merupakan
underground senior Jakarta
mengingatkan bahwa semua
civitas dunia underground
lebih baik menanyakan
langsung ke DPP FPI tentang
fakta yang sebenarnya,
daripada mengikuti alur bola
salju yang di lemparkan oleh
segelintir orang yang inti
sebenarnya adalah mereka
tidak ingin dakwah Islam
masuk ke dunia underground.
“Gue kenal Ombat, Thufail
hingga Purgatory udah lama,
bahkan senior metal seperti
Irfan Rotor sembiring gue
kenal. Dakwah underground
ini sudah ada sejak zaman
Rotor. Sekarang masalahnya
apa yang dirintis oleh Irfan
Rotor seperti gayung
bersambut, kini banyak cucu-
cucu dari band rotor malah
semakin berani meneriakkan
Islam, harusnya kita yang
muslim bangga bukan justru
menghalangi laju gerakan ini.
Gue justru salut, dan civitas
pengamen jalanan sangat
mensupport kehadiran orang –
orang seperti ini. Dulu gue
jarang ngeliat pengajian di
jalanan, tapi pas gue ketemu
yang namanya Punk Muslim.
Anak – anak jalanan justru
bisa ngerasain belajar Al
Qur’an di pinggir trotoar, di
samping terminal sampai
sholat isya berjamaah di
sebuah acara underground”
ujar Wasis.
Wasis juga menyakinkan
bahwa isu pembubaran
Undeground oleh FPI itu
adalah berita fiktif dan tidak
bertanggung jawab. Sama
seperti yang dinyatakan oleh
Luthfi ketua komunitas Punk
Muslim generasi kedua
setelah Almarhum Buce.
“Sebenarnya isu ini digulirkan
di dunia maya, kita semua
tahu bahwa dunia maya itu
dunia fitnah. Anak – anak
pengamen dan punkers
disekitar pulo gadung hingga
bogor justru banyak yang
senang dengan kehadiran
pengajian pengajian ke
lingkungan mereka, di Blok M
kami sering membuat acara
buka puasa bersama hingga
maulid, sepertinya semua
senang dengan kehadiran
Islam dan tidak ada masalah”
ujar Lutfhi.
Kehadiran komunitas Punk
Muslim, Ghurabba Militan
Tawheed, Salam Satu Jari (One
FingerUnderground
Movement), Berandalan
Puritan dan lain sebagainya
terbukti merupakan titik
revolusi puncak dari
perlawanan terhadap kultur
kontra Islam didalam dunia
musik underground. Namun
setelah revolusi, tetap harus
ada bab lanjutan dimana
dakwah harus terus bermuara
pada pembinaan – pembinaan
keislaman. Dari situlah FPI
menjadi tertarik untuk
mengundang perwakilan dari
dunia underground muslim ini
untuk memaparkan secara
singkat efek dari pergeseran
budaya dan pemikiran yang
terjadi karena musik musik
barat yang masuk ke
Indonesia.
Dan melalui sebuah film
dokumenter berjudul Global
Metal, kami memang melihat
fakta yang jauh dari perkiraan
kami, bahwasanya liberalisme,
sekulerisme,atheisme,
agnostik, pornografi, alkoholik
danbudaya kebebasan yang
berbeda dengan jati diri
bangsa Indonesia justru
banyak ditularkan melalui
pergaulan hedonisme
disebagian komunitas
Underground ini.
Underground memang tidak
sesat, namun setiap oknum
dan pelaku penyebaran
doktrinasi dari hal hal yang
bertolak belakang dengan
Islam tetap harus ditindak,
minimal dibangun kontra
kulturnya. Suatu hal yang
mengagumkan kami
menemukan banyak anak –
anak dengan keterbatasan
ilmu justru telah berani
‘memasang badan’ untuk
melawan laju monster budaya
yang merupakan bagian dari
agenda zionis internasional ini.
Yang perlu diluruskan adalah,
FPI memang tidak akan
pernah membubarkan dunia
musik underground. Jadi
pemberitaan yang dimuat
harian ‘The Jakarta Post’
terkait FPI dan Dunia Musik
Underground adalah tidak
benar. Untuk selanjutnya
diharapkan hal serupa tidak
terulang kembali. [adie/fpi]
fpi.or.id
Sumber : fpi.or.id

Sabtu, 09 April 2011

10 Band Blackmetal Pemuja Setan

Di antara banyak band-band
metal Saat ini, terdapat
beberapa band-band yang
merupakan band-band sesat
yang memuja setan. Band-
band tersebut menjual jiwanya
untuk para setan demi
keinginanya agar memperoleh
ketenaran. Band yang
beraliran Black Metal
merupakan aliran metal yang
paling banyak memiliki Band
Metal-Satanis.

1.Acheron


Band yang beraliran sesat itu
misalnya Acheron, band yang
berdiri pada tahun 1998, dan
dibentuk oleh Pendeta Vincent
Crowley di Tampa, Florida.
Yang kemudian bergabung
dengan Peter H. Gilmore,
Magister Gereja Setan.
Dan untuk pertama kalinya,
band ini merilis album yang
berjudul 'Messe Noir' pada
tahun 1988. Album ini dibuat
khusus sebagai edisi terbatas
7-inci yang juga merupakan
rekor dimensi sebuah album
yang belum pernah ada
sebelumnya, dan untuk
membuat album ini benar-
benar kental terhadap aliran
satanis, Acheron membuat
album ini dicopy hanya untuk
666 eksemplar.
Kemudian pada tahun 1991,
band ini membuat tercengang
dunia dengan menerbitkan
album kedua mereka yang
berjudul Rites of the Black
Mass (1991). Pada album
tersebut, setiap lagu-lagunya
mengandung ayat-ayat yang
ada pada injil hitam (Satanic
Bible) serta digunakan intro
bergaya Gothik dan gitar solo
yang membuat lagu-lagu
tersebut terkesan dari dunia
'Kegelapan'. Lagu-lagu
merekapun didasarkan atas
filsafat 'Satanis'.
Album :
Messe Noir (1988), Rites of the
Black Mass (1991), Alla Xul
(1992), Satanic Victory (1992),
Lex Talionis (1992), Anti-God,
Anti-Christ (1996), Those Who
Have Risen (1997),
Necromanteion Communion
(1998), Compendium
Diablerie : The Demo Days
(2001)

2.AngelCorpse


Band kedua yang juga
termasuk band yang
menganut aliran Satanisme
adalah band Angelcorpse.
Merupakan band yang
dibentuk pada tahun 1995 oleh
Pete Helmkamp dan mantan
band yang dikenal sebagai
Orde dari Chaos. Angelcorpse
berasal dari Kansas City, tapi
mereka pindah ke Tampa
Florida (yang merupakan
daerah penganut Satanisme)
di Amerika. Musik mereka
bertemakan Anti-Kristus dan
peperangan. Pada tahun 1995
dan 2007 Band ini melakukan
tur ke Eropa untuk
mendukukng band-band
beraliran satanisme yang ada.
Hal lain yang berkaitan
dengan band ini adalah Pete
Helmkamp, personil band,
menulis buku yang berjudul
'The Conqueror Manifesto.'
menurutnya, hal-hal yang
memandang bahwa 'In the
spirit of Crowley's ' dan
pandangan tentang 'Antichrist'
adalah merupakan kebenaran.
Dalambukunya tersebut Pete
menuliskan upaya manusia
agar bisa naik ke Quest
terhadap Plateau dari
Invincibility dan mencapai
Godhood (Homodeus).
Album :
Goats to Azazael Demo (1995),
Hammer of Gods (1996),
Nuclear Hell (1997), Wolflust
Single (1997), Exterminate
(1998), Winds of Desecration
(1999), The Inexorable (1999),
Iron, Blood and Blasphemy
(2000), Death Dragons of the
Apocalypse (2002), Of Lucifer
and Lightning (2007)

3.CradleOfFilth


Band ketiga adalah band
beraliran Black Metal-Satanis,
yaitu Cradle Of Filth. Adalah
band yang berasal dari Inggris
dibentuk pada tahun 1992,
dengan penyanyi utama Dani
Filth.
Merupakan Band yang sangat
erat kaitanya dengan Sihir,
Mitologi, dan hal-hal yang
berbau Kotoran. Selain
menyanyikan alunan musik
Black Metal, aliran ini juga
meminkan aliran Dark Metal
dan Death Metal, Vampyric
Metal dan Satan Metal dan
Symphonic Black Metal.
Aliran ini telah banyak
berubah sejak awal mula
dibentuk. Pada awalnya
nuansa Death Metal begitu
kelihatan, namun seiring
dengan waktu berubah
menjadi Black, dan yang
terakhir Bernuansa Ghotic
yang sangat terlihat pada lagu
' Nymphetamine'. Prestasi
besar yang pernah diraih oleh
band ini adalah merupakan
band yang paling terkenal di
Inggris setelah Iron Maiden.
Album :
The Principle of Evil Made
Flesh (1994), Dusk... and Her
Embrace (1996), Cruelty and
the Beast (1998), Midian
(2000), Damnation and a Day
(2003), Nymphetamine (2004),
Thornography (2006),
Godspeed on the Devil's
Thunder (2008).


4. Dimmu Borgir

Band keempat yang juga
merupakan band beraliran
Satanis adalah Dimmu Borgir.
Adalah Band Black Metal yang
berasaldari Oslo, Norwegia,
dibentuk pada tahun 1993.
Dibentuk oleh Shagrath,
Silenoz, dan Tjodalv.
Band ini pertama kali
menerbitkan album Inn i
evighetens mørke pada tahun
1994. Yang kemudian
merampungkan seluruh Track
pada album For All Tid (1994).
Band ini diketahui sering
memainkan aliran Symphonic
Black Metal, Black Metal,
Ritual Black Metal, dan
Deathy Metal. Tema-tema
yang dibahas dalam lirik lagu-
lagunya hampir sama dengan
Cradle Of Filth, yaitu tentang
pemujaan kepada Setan,
Ritual, dan Peperangan.
Album :
For all tid (1994), Stormblåst
(1996), Enthrone Darkness
Triumphant (1997), Spiritual
Black Dimensions (1999),
Puritanical Euphoric
Misanthropia (2001), Death
Cult Armageddon (2003),
Stormblåst MMV (2005) In
Sorte Diaboli (2007).


5. Arch Goat

Band kelima merupakan band
Black-Death Metal, yaitu Arch
Goat yang dibentuk di
Finlandia. Album Pertama
mereka diluncurkan pada
tahun 1992 yang berjudul
'Jesus Spawn'. Sebuah album
yang di dalamnya penuh
dengan hujatan-hujatan
kepada Tuhan. Style dan gaya
Band ini mirip dengan
Angelcorpse, yaitu anti Kristus
serta banyak memainkan
Filosophy Satanis. Band ini
juga terkadang memainkan
musik Ritual.
Album :
Jesus Spawn (1992), Angelcunt
(Tales of Desecration) (1993),
Angelslaying Black Fucking
Metal (2004), Live Black Mass
(2005), Whore of Bethlehem
(2006)


6. Blasphemy


Band Satanis keenam, adalah
band Black Metal yang bersal
dari Kanada, dibentuk di
daerah Burnaby tahun 1984
bernama Blasphemy. Debut
mereka yang opertama dalah
'Blood upon the Altar' pada
tahun 1989, merupakan album
yang berisi Hujatan-hujatan
kepada Tuhan. Band ini juga
pernah melakukan tur ke
Jerman 'Fuck Christ'. Dalam
syair-syairnya, Band ini banyak
menggunakantema-tema
yang berhubungan dengan
paganisme, mitologis dan lirik-
lirik Anti-Kristus.
Album :
Fallen Angel of Doom (1990),
Gods of War (1993), Live Ritual
- Friday the 13th (2002).


7. Behemoth


Band ketujuh adalah
Behemoth. Behemoth adalah
band Black Metal yang
berasal dari Polandia pada
tahun 1991. Band ini
memaikan musik dengan
tema-tema Satanis, dan Ritual,
danpemujaan kepada
Berhala. Band ini juga
memainkan aliran musik
Death Metal, ada juga yang
menyebutnya sebagai Black
Metal, Avantgrade Metal,
Pagan Metal. Namun aliran
yang sebenarnya dari band ini
masih diragukan, karena band
ini lebih suka tidak dilabelkan
dalam genre apapun.
Album :
And the Forests Dream
Eternally (EP) (1995),
Sventevith (Storming Near the
Baltic) (1995),Grom (1996),
Bewitching the Pomerania (EP)
(1997), Pandemonic
Incantations (1998), Satanica
(1999), Thelema.6 (2000),
Antichristian Phenomenon (EP)
(2001), Zos Kia Cultus (Here
and Beyond) (2002),
Conjuration (EP) (2003),
Demigod (2004), Slaves Shall
Serve (EP) (2005), The
Apostasy (2007), Ezkaton (EP)
(2008), Evangelion (2009).


8. Arch Enemy


Kemudian band kedelapan
adalah band Melodic Death
Metal yang berasal dari
Swedia. Band ini bernama
Arch Enemy. Band ini merilis
album pertamanya pada tahun
1996berjudul 'Black Earth'.
Style band ini sangat
mengagumkan, setiap track
pada albumnya penuh dengan
Melodi Gitar yang digabung
dengan suara volkalis cewe
(Angela Gossow) ini
membuatnya begitu berkesan.
Hal-hal yang dibahas dalam
lagu-lagunya adalah hal-hal
mengenai Kiamat, dan Anti-
Kristus. Selain itu, pesonil
band ini berasal dari para
mantan Pemain band metal
sebelumnya, seperti band
Carcass, dan Yohanes Liva.
Album :
Black Earth (1996), Stigmata
(1998), Burning Bridges (1999),
Wages of Sin (2001), Anthems
of Rebellion (2003), Doomsday
Machine (2005), Rise of the
Tyrant (2007).


9. Beherit


Band kesembilan, yaitu
Beherit merupakan band yang
dibentuk di Filnandia pada
tahun 1989. Band ini sendiri
memiliki arti 'setan' dalam
bahasa Syria. Musik mereka
bertemakan kebiadapan, Anti-
Kristus, Neraka, dan
penghujatan. Band ini terkenal
karenagaya ambient yang
dimainkan personilnya, band
ini juga memainkan aliran
Deathcore dan Black Metal.
Album :
The Oath of Black Blood
(1991), Drawing Down the
Moon (1993), Dawn of Satan's
Millennium (1991), Werewolf,
Semen and Blood (1998),
Messe Des Morts (1994), Beast
of Beherit - Complete Worxxx
(1999).


10. Burzum


Band kesepuluh adalah
Burzum, merupakan band
BlackMetal yang dibentuk
oleh Varg Vikernes, pada
tahun 1991 di Bergen,
Norwegia. Merupakan sebuah
band yang sangat gemar
melakukan peperangan dan
kehancuran. Selain itu, band
ini juga sering membuat lagu
yang bertemakan anti-Kristus.
Pada tahun 1993 Vokalis
Burzum, Varg dijatuhi
hukuman atas pembunuhan
dan dinyatakan bersalah
karena mencoba untuk
membakar gereja di
Norwegia.

http://
sepaku88.blogspot.com/2011/03
band-black-metal-penganut-
satanisme.html

Rabu, 06 April 2011

Album Amon Amarth Terbaru

01. War of the Gods
02. Töck's Taunt – Loke's
Treachery Part II
03. Destroyer of the Universe
04. Slaves of Fear
05. Live Without Regrets
06. The Last Stand of Frej
07. For Victory or Death
08. Wrath of the Norsemen
09. A Beast Am I
10. Doom Over Dead Man
Word from Asgard is that
Surtur is among the most
ancient of Norse deities. He is
the leader of the fire giants
who plays a major role in
Ragnarok — the Armageddon-
like series of events that sees
the demise of Odin, Thor, Loki
and many others — before
eventually bringing forth the
flames that will engulf the
planet. In other words, dude is
a total bad-ass. No, not even
the great warlock Charlie
Sheen could hold up against
the might of Surtur's flaming
sword. So as the ancient one
ascends from below to reduce
us all to char and ashes, we
might as well sit back and
enjoy a kick-ass metal album
while the temperature rises.
Oh wait, here's one…
The eighth studio release from
Swedish Viking lords AMON
AMARTH is quite possibly the
most battle-ready and
aggressive collection of tunes
to ever carry the Viking metal
label. The beauty part is that
the band hasn't shifted their
game plan an iota, they've just
fought harder and fiercer than
anyone else out there. In true
AMON AMARTH fashion, the
disc gets off to a fiery start
with the absolutely crushing
"War Of The Gods". Powerful
and thrashing riffs, triumphant
melodies and thundering war
drums combine for one hell of
an opening salvo. Let the
arrows fly! "Destroyer Of The
Universe" is another rager
that shall one day echo
through the halls of Vallhalla.
Led by frontman Johann
Hegg's wolf-like growl, this is
the sort of tune that drags the
listener in by the ears before
crushing his skull. Equally
infectious is "Slaves Of Fear",
thanks to some masterclass
riffing from guitarists Olavi
Mikkonen and Johan
Söderberg and the song's
evolved structure. More than
any other point in the album,
"Slaves Of Fear" really shows
just how far AMON AMARTH
has progressed as
songwriters.
As you've probably figured
out, "Surtur Rising" is ripe
with offerings of crushing, yet
catchy Viking metal. This is
just one of those albums that
give little reason to stop
pumping your fist in triumph.
Legions will march to the tune
of "The Last Stand Of Frej".
Cities will topple while the
measured pummel of "Wrath
Of The Norsemen" screams
down from the mountain. "For
Victory Or Death" shall be the
battle cry and when the dust
settles (or when final seconds
of closer "Doom Over Dead
Man" fade out of existence)
AMON AMARTH will stand tall
amongst the broken bones
and rubble.
Innovators and now masters of
Norse folklore-inspired
melodeath, AMON AMARTH
have paved the streets of
Gothenburg with the thinly-
sliced flesh of their imitators
this time out. "Surtur Rising"
is like being bludgeoned by
your favorite warhammer.
Definitely a contender for this
year's best.
- Ryan Ogle

Kamis, 24 Maret 2011

Pesta Partai Barbar ''SILENT SCREAMER FEST''

Hellucination Visualizer The
Think Organizer and Belukar
Rockshop present:
"SILENT SCREAMER FEST -
PESTA PARTAI BARBAR"
Feat:
-LAJUR KIRI (Reunion)
...-CHILD ABUSED (Reunion)
-LAMPHOR
-NOTHING SPECIAL punk rock
-Melati Of Summer
-DOWN FOR LIFE OFFICIAL
(Reunion)
-DJ VLAD VAM a.k.a Adam Koil
-VJ HELLucination
March,27,2011 @AUB SOLO
More Info:Belukar Katalog

at 7.00 pm until die

Sabtu, 25 Desember 2010

NOXA : Europe stories

- Pada 2010, nama Indonesia
harum di salah satu festival
musik 'bawah tanah' di Eropa.
Band beraliran grindcore asal
Indonesia, Noxa, mengibarkan
Merah-Putih di Obscene
Extreme Festival 2010. Lewat
musik dan syair-syairnya, Noxa
menghipnotis para pemuja
musik cadas pada festival musik
grindcore terbesar di dunia
tersebut.
Bahkan, CD kompilasi Obscene
Extreme Festival 2010 bertajuk
Silence Sucks! didedikasikan
untuk penggebuk drum
pertama Noxa, almarhum Robin
Hutagaol.
Setelah Robin wafat, Noxa kini
digawangi Tonny pada vokal,
Nyoman pada bass, Ade pada
gitar, dan Alvin pada drum. Aksi
Noxa mengusung Merah Putih
di dunia musik cadas
internasional bukan pertama
kali. Pada akhir Juni 2008, Noxa
menggila di Tuska Metal Fest
2008 yang digelar di Helsinki,
Finlandia. Konser tersebut
merupakan salah satu konser
musik beraliran metal terbesar
di kawasan Skandinavia.
Meski ditinggal Robin, Noxa
tetap unjuk gigi. Gitaris Noxa
Ade Hirmenio Adnis
menceritakan perjalanan
mereka 'merampok' hati para
pemuja musik grindcore di
Republik Cek pada Juli lalu.
Berikut ini kisahnya:
Tur Noxa 2010
Berawal dari saling bertukar
surat elektronik dengan pendiri
sekaligus pemilik label bernama
Obscene Record, Curby, Noxa
akhirnya diundang di acara
Obscene Extreme Festival 2010.
Saat itu, Curby meminta
informasi mengenai penggebuk
drum Noxa pertama, Robin
Hutagaol, yang wafat karena
kecelakaan sepeda motor pada
17 Januari 2009. Curby sendiri
merupakan pendiri label
rekaman Obscene Record yang
memiliki acara festival besar
tahunan Obscene Extreme
Festival.
Pada 2005 dan 2007, almarhum
Robin Hutagaol sudah pernah
berkunjung ke Obscene
Extreme Festival dan
mengajukan Noxa untuk bisa
tampil tampil di acara itu. CD
Noxa berisi album perdana dan
kedua juga sebelumnya pernah
pula dititip untuk dipromosikan
di Obscene Extreme Festival.
Setelah bertukar surat
elektronik dengan Curby,
akhirnya kami sesama anggota
Noxa rembukan untuk
menanggapi hal tersebut. Noxa
saat ini digawangi Ade (gitar),
Tonny (vocal), Dipa (bas), dan
Alvin (drum) sebagai pengganti
Robin (RIP). Dengan keputusan
bulat dan tekad yang kuat,
akhirnya kami sepakat untuk
memenuhi undangan tampil di
Obscene Extreme Festival 2010
yang lokasinya di Trutnov yaitu
bagian utara Republik Ceko,
Noxa juga melakukan tur dua
gigs lagi di Budejovice dan
Praha. Sehingga total Noxa
tampil tiga kali di tiga kota
Republik Cek.
Kami punya jadwal tiga kali
tampil di sana. Pertama, pada
13 Juli di Budejovice dengan
nama tempat Club Fabrika.
Jaraknya kira-kira 160 kilometer
atau tiga jam dari Praha ke arah
selatan Cek. Lalu 14 Juli di
Praha. Nama tempatnya Rock
Club Kain. Letaknya di kota
Praha zona 4, Dan terakhir
pada 15 Juli main di Obscene
Extreme Festival 2010. Lokasi
festival di Trutnov yang jaraknya
juga sekitar 2,5 jam ke arah
utara dari kota Praha.
Sebelum berangkat ke Republik
Cek, kita mendapat sokongan
dari teman-teman band asal
Jakarta. Ada sekitar 21 band
yang mendukung Noxa dalam
sebuah acara yang diberi nama
»All Of The Same Blood" yang
diadakan pada 27 Juni 2010 di
Bulungan Jakarta Selatan, Band
yang mendukung Noxa dan
tampil di acara tersebut berasal
dari berbagai genre mulai
brutal death metal, death
metal, progressive death metal,
thrash metal, hardcore,
metalcore dan juga punk,
Band yang tampil: Siksa Kubur,
Prosatanica, Paper Gangster,
Killed By Butterfly, Invictus,
Godzila, Thinking Straight,
Divine, Inlander, Gigantor,
Slimer, Disagree, The Borstal,
Tyranny, Fragment Of Machine,
People Shit, Traitor, Basterd,
dan Grievance. Kami dari Noxa
juga mengucapkan terima kasih
banyak atas dukungan kawan-
kawan sesama scene
underground yang mudah-
mudahan ke depannya kita bisa
makin bersatu dan lebih solid
lagi.
Tanggal 29 Juni kita sudah
mendapatkan visa untuk bisa
berangkat ke Republik Cek.
Akhirnya kita berangkat tanggal
11 Juli dinihari dengan tiket
yang sudah kita beli sekitar satu
bulan sebelum berangkat. Kami
tiba di Praha pada 11 Juli 2010
sore hari di Praha. Kami
disambut Karel (panitia pre-
OEF). Kita bermalam di
apartemen yang sudah
disediakan panitia.
Cuaca di sana ternyata sangat
panas. Suhu sekitar 39-40
Celsius, Menurut orang sana,
cuaca itu tidak biasa karena
biasanya suhu saat musim
panas hanya sekitar 15-20
Celsius. Mungkin karena saat ini
sedang pemanasan global, jadi
panasnya luar biasa pada saat
musim panas. Dan ini terjadi
juga di seluruh wilayah Eropa,
bukan di Republik Cek saja.
Pada 12 Juli 2010 sore, kami
langsung berkemas menuju
Budejovice. Kami hanya
membawa keperluan untuk
manggung saja. Beberapa
barang yang besar-besar kami
tinggal di apartemen karena
kita akan balik lagi 14 Juli dan
bermalam di apartemen yang
sama. Di Budejovice, kami
ditemani Rob, panitia dari pre-
OEF. Rob merupakan gitaris
band grindcore asal Cek,
Ingrowing, dan band hardcore
Locomotive. Orangnya sangat
menyenangkan. Kita diajak
makan malam bersama beliau
di City Centre Budejovice dan
bermalam di apartemen yang
sudah disiapkan panitia juga.
Pada 13 Juli 2010 sore, kami
bersama Rob menuju venue
tempat acara untuk manggung
di hari pertama. Di venue kita
pun melakukan sedikit latihan
karena kita sudah lama enggak
pemanasan sekalian check
sound. Setelah selesai setting
instrument, sound system, dan
sedikit latihan, kita pun setting
tempat untuk menjual
merchandise. Letaknya di dekat
pintu masuk tempat acara.
Noxa main di urutan ketiga di
acara tersebut dengan urutan
band pada saat itu yaitu band
crust-punk lokal dari
Budejovice, lalu band crust-
grind asal Prancis
»Whoresnation", kemudian
Noxa, dan terakhir Xaros band
crust-grind asal Prancis juga.
Noxa tampil dengan sukses.
Pengunjung yang membeli tiket
dari data panitia berjumlah
sekitar 80 orang di mana MC
Fabrika ini adalah pub kecil
yang berkapasitas 100 orang.
Acara berjalan dengan lancar
dan sukses. Kami juga menjual
kaus dan merchandise Noxa di
sana dan ternyata lumayan
banyak juga yang beli. Menurut
orang sana, kalau band kita
bagus dan mereka suka,
biasanya mereka akan membeli
merchandise yang kita bawa.
Wah berarti mereka suka
dengan Noxa.
Keesokan harinya pada 14 Juli
2010 pagi, kami berkemas
menuju Praha. Sampai Praha,
kami besama panitia berkemas
menuju tempat acara di »Rock
Club Kain " sebuah pub metal di
Praha zona 4. Noxa tampil
bersama beberapa band lain
yaitu band crust-grind asal
Belanda, Krush; band grindcore
asal Swedia, The Arson Project;
band grindcore asal Inggris
+Cek, Hovadah. Ada juga dua
band grindcore Prancis yang
juga tampil di Budejovice
bersama Noxa yaitu Xaros dan
Whoresnation.
Jumlah penonton yang hadir
memenuhi pub tersebut sekitar
150 orang. Di tempat tersebut,
tiap band juga diberi
kesempatan untuk menjual dan
melakukan transaksi jual-beli
merchandise. Acara berjalan
dengan sukses dan respons
penonton terhadap Noxa juga
sangat baik. Hal tersebut
terlihat dari penonton yang
melakukan mosh pit dari lagu
ke lagu.
Pada 15 Juli, Noxa kembali
melanjutkan perjalanan menuju
Trutnov yang jaraknya sekitar
150 kilometer atau 2,5 jam dari
Praha. Di Trutnov inilah acara
Obscene Extreme Festival 2010
berlangsung dengan total 66
band yang tampil selama tiga
hari dari 15 sampai 17 Juli 2010.
Jumlahh penonton mencapai
sekitar 30 ribu. Sementara band
yang tampil di antaranya DRI,
Misery Index, Incantation,
Doom, Cripple Bastard, General
Surgery, Cattle Decapitation,
Haemorrhage, Malignant
Tumour, Ingrowing, dan
Master.
Pada festival ini, 80 persen band
yang tampil adalah band
dengan segala jenis aliran
grindcore. Sisanya brutal death,
death metal, dan crust punk.
Pada hari itu, 15 Juli 2010, Noxa
main pada pukul 18.15. Pada
saat tampil, antusiasme
penonton sangat besar dilihat
dari penonton yang moshing
dan stage diving saat Noxa
tampil. Di akhir penampilan,
Noxa sempat membentangkan
bendera Merah Outih di
hadapan ribuan penonton yang
datang dari berbagai belahan
Eropa dan Amerika pada hari
itu.
Noxa selama tur di tiga titik
membawakan 14 lagu yang
diambil dari album pertama
Noxa: Wake Up And Stand Up,
Shitty People, Close Minded,
Against Humanity dan Ajeng.
Dan lagu dari album kedua
kami Grind Viruses antara lain :
Hancur, Dying Inside Out,
Sinetron Sucks, Grind Viruses,
Starvation, Lembata, Poligami,
dan Catastrophe.
Pada acara Obscene Extreme
Festival 2010, panitia juga
membuat CD berisi kompilasi
dari band-band yang tampil di
acara tersebut. CD ini diisii 38
band di antaranya Misery Index,
Doom, Cripple Bastard,
Haemorrhage, General Surgery.
Jumlah lagu dalam CD tersebut
sebanyak 45. CD kompilasi
Obscene Extreme Festival yang
diadakan tahun ini diberi nama
Silence Sucks! CD tersebut
dipersembahkan untuk Robin
Hutagaol (RIP) drummer
pertama Noxa, dan pada cover
OEF CD Compilation tersebut
juga ditampilkan foto Robin
Hutagaol (RIP).

Rabu, 15 Desember 2010

Lamort live at tengaran dec 12 2010

Soundsystem-nya parah,kayak pake sound orang hajatan. Back-sound gak ada,crowd-nya norak wakakak,tapi ga pa-pa yg penting enjoy guys ! Cekidot hasil jepretan fotografer handal kita :
Image Hosted by UploadHouse.com
Image Hosted by UploadHouse.com
Image Hosted by UploadHouse.com
Image Hosted by UploadHouse.com
Image Hosted by UploadHouse.com
Image Hosted by UploadHouse.com
Image Hosted by UploadHouse.com
Image Hosted by UploadHouse.com
Image Hosted by UploadHouse.com
Image Hosted by UploadHouse.com
Image Hosted by UploadHouse.com
Image Hosted by UploadHouse.com
Image Hosted by UploadHouse.com
Image Hosted by UploadHouse.com
Image Hosted by UploadHouse.com
Image Hosted by UploadHouse.com
Image Hosted by UploadHouse.com
Image Hosted by UploadHouse.com

add to any

Share