Jumat, 12 Oktober 2012

Official Rundown Rock In Solo 2012



Maaf postingan sebelumnya ditolak server :D blogger lg ngambek kayaknya.


Selengkapnya klik disini 

Kamis, 06 September 2012

TENGKORAK : The Legend is Back!


Pada akhir tahun 1993 Ombat, Danang, dan Yoyok membentuk band bernama
TENGKORAK. Dengan karakter music yang dipengaruhi oleh salah satu dari pionir band grindcore asal Inggris yaitu NAPALM DEATH. TENGKORAK awalnya terdiri dari empat orang: M. Hariadi ‘Ombat “Nasution(vokal), Danang Bhudiarto (Bass), Yoyok Radianto (Guitars), Denny Julianto (Drums).

Kemudian, Pada musim gugur 1994 Adam Mustofa bergabung menjadi gitaris di line up ini, TENGKORAK adalah band Grindcore pertama dengan sentuhan kematian brutal yang dirilis mini “Demo Tape” Album di Jakarta. Judul adalah “It’s a Proud to Vomit
Him ” mengandung dari 4 lagu yaitu:
Primitive Jokes, Aggression, The Grave
Torment dan Bencana Moral (sebuah lagu dalam bahasa Indonesia).
Setelah bermain beberapa pertunjukan
dalam mempromosikan rilis pertama, Adam berhenti karena sibuk dengan pekerjaan sehari harinya! Tetapi. band masih menetukan aturan main alias tetap berjalan, walau berjalan hanya dengan satu gitar, kepergian Adam tidak memberikan dampak minus pada musik Tengkorak!



Pada awal tahun 1997, TENGKORAK
mencoba untuk menyebarkan kaset hingga merchandise mereka yang ke seluruh dunia Metal dengan mengirimkan barang-barang mereka ke pedagang kaset, distro, band, majalah, label dan Siapa pun yang terlibat dalam scene Underground dan jaringan yang mereka rintis! Upaya ini membuat hasil yang baik, TENGKORAK telah menjual kaset demo mereka tidak hanya di
Indonesia tetapi juga di negara-negara lain di seluruh dunia. Setidaknya TENGKORAK membuktikan keberadaan band-band metal Indonesia! Hal ini dapat terjadi dengan bantuan besar distro, majalah, band dan semua jaringan pedagang indie label dari negara-negara lain hingga menembus USA, MALAYSIA, JEPANG, PERANCIS, REP CEKO., RUSSIA, LATVIA, SPAYOL, POLANDIA, BELARUSS, KANADA, SINGAPUR, INDIA, THAILAND, BELANDA, MEKSIKO, ITALIA, BRUNEI DARUSALAM dan sebagainya..

Anggota:
# OMBAT - Growl
# YOYOK - Guitar
# SAMIER - Guitar
# BUD’DUCK - Bass
# RONIE - Drums

ATTENTION !!!!

SINCE OUR BROKE UP A COUPLE MONTH AGO, MANY OF OUR FANS HAD SHOCK AND PROTEST TO US. THEY SAID TENGKORAK MUST RETURN TO PERFORM, EXPECIALLY WITH THE israel’s AGGRESSION TO PALESTINE RIGHT NOW WE NEED TO REUNIITE AGAIN TO RESPOND THEM, TO FULFILL OUR DESTINY…
JIHAD FISABILILLAH…

Rabu, 05 September 2012

3 Band Pemenang Kontes Video AntiKorupsi


Tiga video musik terbaik karya anak- anak muda akhirnya terpilih sebagai pemenang dalam kompetisi lagu bertema anti-korupsi 'Fair Play 2012'. Acara yang diselenggarakan oleh Jaringan Pemuda Anti-Korupsi Global (the Global Youth Anti-Corruption Network/GYAC) ini didukung oleh World Bank Institute (WBI), dan JMI
Foundation.

Berikut ketiga pemenang tersebut:

El Soor (Wall) karya Youssra El Hawary dari Kairo Mesir

Lagu yang dirilis pada bulan April 2012 menjadi pemenang pertama. Liriknya dibuat oleh kartunis politik dan penyair Waleed Taher. El Soor menceritakan Youssra El Hawary, 29
tahun yang berada di depan tembok-tembok grafiti yang menjadi salah satu dari sekian banyak dinding buatan tentara pemisah bagian antara jalan Muhammad Mahmoud, Tahrir Square, dan pusat kota Kairo.

Pendekatan El Hawary dengan gaya humorisnya menunjukan kekuatan revolusioner muda di Mesir dan
seluruh dunia. Yang menolak diintimidasi dan dikalahkan oleh setiap rintangan yang menghalangi jalan mereka.

Vonis (Verdict) karya Simponi (Sindikat Musik Penghuni Bumi) dari Jakarta-Indonesia

Video ini meraih pemenang kedua. Di dalamnya berisi sorotan terhadap konflik pemuda Indonesia yang hidup dalam dua realitas sejarah: kisah patriotik Bapak dan Ibu Bangsa sebagai pendiri Indonesia di usia muda mereka, dan realitas kontemporer pejabat dan politisi korup di usia yang sama, masih muda. Diantara keduanya, ada anak-anak muda yang tetap menjaga mimpinya, terus berusaha melakukan yang terbaik dan mengajak pemuda lainnya untuk bergabung bersama mereka: memerangi korupsi.

Conscience karya S3 dari Kongo-Republik Kongo

Video yang menjadi pemenang ketiga ini berbicara tentang bagaimana kepentingan internasional terhadap sumber daya
DR Kongo dilindungi di atas kepentingan dan hak asasi manusia dari warga sipil, menyoroti kemunafikan bantuan kebijakan luar negeri dan bantuan, dan menyerukan kesadaran personal dan global.

Satu video paling banyak pendukungnya adalah Down the
River Side karya Dr. Sley & Da Green Soljas dari Buea, Kamerun. Video ini menerima vote sebanyak 15.666 suara. Inti lagu ini mengenai keterlibatan banyak kelompok dalam
melanggengkan korupsi di masyarakat, mulai dari polisi,
pemimpin agama, doktor, pengacara, politikus, guru, pengedar narkoba, petugas pajak. Mereka diajak untuk memutus rantai ini, menghentikan cara-cara korupsi yang mereka lakukan selama ini.

Sebagai pemenang, Youssra El Hawary, Simponi, dan S3 akan bergabung dengan 1.500 lebih aktivis anti-korupsi dari seluruh dunia sebagai peserta Forum ketiga Voices Against Corruption yang diselenggarakan GYAC pada 5-6 November di Brasil dan Konferensi Anti-korupsi Internasional ke-15
yang diselenggarakan Transparansi Internasional. Mereka akan tampil live pada 10 November di Ulysses Guimarães Convention Center (CCUG), Brasilia, Brasil.

ANTICORRUPTIONMUSIC

add to any

Share