Jumat, 23 Mei 2014

Arch Enemy Dengan Vokalis Baru

Indonesia Concerts, Jakarta - Berita yang sangat mengejutkan datang dari band Arch Enemy. Vokalis yang turut membesarkan nama mereka, Angela Gossow secara resmi telah meninggalkan band. Seiring dengan pernyataan yang mengumumkan mundurnya Angela Gossow tersebut, Arch Enemy juga telah mengumumkan vokalis baru yaitu Alissa White- Gluz.
Sebelumnya, Angela Gossow juga mengambil alih posisi vokalis Arch Enemy dari vokalis asli mereka yaitu Johan Liiva pada tahun 2000. Semenjak saat itu, Ia menjadi perintis yang membawa Arch Enemy ke tingkat keberhasilan yang belum pernah mereka alami. Dengan kepergian Angela Gossow dari Arch Enemy, vokalis baru Alissa White- Gluz juga dikabarkan telah berpisah dengan The Agonist untuk dapat lebih fokus pada Arch Enemy. Alissa White- Gluz akan ikut dalam pembuatan album baru Arch Enemy mendatang yang bertajuk "War Eternal War", yang dikabarkan akan rilis pada bulan Juni mendatang.
"Untuk para penggemar Arch Enemy, tidak mudah untuk menyampaikan hal ini. Aku telah memutuskan untuk mengundurkan diri dari posisi vokalis Arch Enemy. Setelah 13 tahun, 6 album studio dan wisata ke lima benua, aku merasa perlu untuk memasuki fase yang berbeda dalam hidupku, dengan keluargaku dan mengejar kepentingan lain. Namun aku akan tetap menjadi manajer bisnis untuk Arch Enemy, dan akan terus mengembangkan manajemen artis milikku," ujar Alissa Gossow dalam statement resmi Arch Enemy.
"Aku tetap setia kepada heavy metal. AKu hanya akan meninggalkan sorotan. Aku memberikan obor kepada Alissa White-Gluz, yang telah aku kenal sebagai seorang teman dan vokalis yang luar biasa selama bertahun-tahun. Aku selalu berpikir ia layak mendapat kesempatan untuk bersinar, dan sekarang ia mendapatkan itu. Sama seperti yang aku lakukan pada tahun 2001.." tutupnya.


Jumat, 25 April 2014

Anak Punk Myanmar



Keran demokrasi yang deras mengalir di Myanmar tak hanya menyentuh dunia politik negeri itu. Musik dan gaya hidup pemudanya pun terkena imbasnya, sejumlah remaja Myanmar kini mulai mempopulerkan gaya mereka, gaya Punk rock di jalanan Yangoon.

Sejumlah remaja Myanmar mengenakan atribut punk saat berkumpul untuk turut meramaikan festival air yang berlangsung selama empat hari di Pasar Bogyoke. Musik dan gaya hidup punk rock menjadi trend baru di kalangan anak muda Myanmar bersamaan dengan terbukanya keran demokrasi yang membawa negeri itu menuju perubahan di segala hal.























Jumat, 19 April 2013

GERBANG TIMUR "Dendam"

Salah satu band yg cukup disegani di belahan timur kota Salatiga. One of our Salatiga Metalheads Crew Presents : Dendam!

add to any

Share