Sabtu, 01 Oktober 2011

Konser Rock di Afganistan, Mungkinkah ? Tentu Saja !

download
upload images



Untuk pertama
kalinya sejak pertunjukan
musik Ahmad Zahir tahun 1975
lalu, sebuah festival musik
modern akan digelar di
Ibukota Afganistan, Kabul,
pada pekan depan. Dikutip
dari laman Reuters, festival
yang diberi nama 'Sound
Central' ini diharapkan akan
dihadiri 1.000-2.000 kaum
muda Afganistan.

Dalam festival tersebut, band-
band dari Afganistan akan
membawakan musik beraliran
metal hingga blues-rock.
Selain diikuti band-band lokal,
festival musik ini juga akan
diikuti sejumlah musisi dari
wilayah Asia Tengah, mulai
dari Iran, Uzbekistan, dan
Kazakhstan.
"Tujuan sebenarnya yang
perlu digaris bawahi dari
festival ini adalah untuk
memicu anak muda agar
tertarik dengan musik
modern," ujar pihak
penyelenggara festival musik,
Travis Beard.

Beard adalah pria
berkebangsaan Australia. Ia
datang ke Afganistan sebagai
fotografer berita sekitar lima
tahun lalu. Setelah itu, ia
bergabung dengan sebuah
band di Kabul dan
menemukan kembali
kecintaannya pada musik.
Akhirnya, Bread pun terlibat
langsung dalam mendukung
musisi-musisi Afganistan.
Seperti menyediakan alat-alat
musik ataupun tempat untuk
latihan. Adapun festival musik
'Sound Central' sendiri
terinspirasi oleh komunitas
yang mereka bentuk. Demi
festival musik ini, mereka
mendatangkan amplifiers,
graphic equalizers, drum kits
dan gitar ke Afganistan.

"Saya tinggal di Herat yang
merupakan kota tua dan
orang-oranya sangat
tradisional," kata seorang
wartawan sekaligus vokalis
band blues-rock, Morcha,
Masoud Hasan Zada. "Terlalu
banyak tradisi, termasuk
musik tradisional. Sangat sulit
untuk berbicara tentang musik
modern, terutama blues,"
lanjutnya.

Dikutip dari situs resmi 'Sound
Central', festival musik yang
meliputi lokakarya untuk
musisi, pertunjukan utama dan
pertunjukan tambahan ini
akan digelar pada akhir
September dan awal Oktober.

Namun dengan alasan
keamanan, tanggal pasti
acara-acara tersebut hanya
akan diumumkan kepada
publik di menit-menit akhir
melalui undangan khusus.
Oleh karena itu pihak
penyelenggara menyebut
festival musik ini dengan
festival musik sembunyi-
sembunyi ('stealth' music
festival)

Konser musik di ruang bawah tanah

Menjelang festival musik
'Sound Central', sejumlah
band tampil dalam konser
yang digelar di ruang bawah
tanah sebagai pemanasan.

Adalah band asal Uzbekistan,
Tears of the Sun yang tampil
dengan aliran musik funk.
"Saya ingin mendengar
teriakan Anda," kata vokalis
Tears of the Sun, Sabina
Ablyaskina di hadapan
penonton yang jumlahnya
tidak terlalu banyak.

Di antara penonton tampak
anak muda mengenakan
kacamata ala Kanye West.
Mereka pun menikmati musik
tersebut sambil berdansa. "Ini
pertama kalinya saya
menyaksikan pertunjukan
musik langsung, untuk
pertama kalinya di Kabul kami
memiliki sesuatu seperti ini,"
ujar pemuda Afganistan
berusia 22 tahun, Asil Ahmad.

Konser di ruang bawah tanah
tersebut hanya berlangsung
sekitar 2,5 jam, dari pukul
20.00- 22.30 malam. Berbeda
dengan pertunjukan musik
lainnya, dalam konser itu
tidak diperbolehkan adanya
bar atau minum-minuman
keras dalam rangka
menghormati hukum di
negara Republik Islam
tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sesama METALHEADS wajib saling berbagi pengetahuan, berikan komentar kalian sebagai tambahan ilmu. Hellyeaach !!!

add to any

Share